Kejadian ini aku alami kita menginstall 2 buah harddisk dengan miror system menggunakan RAID1 pada Fedora Core 3.
Walaupun semua isi dari harddisk pertama telah terkopi pada harddisk yang kedua (mirror) namun belakangan diketahui kalau boot loadernya tidak ikut terkopi, hmm.... aneh memang.
Tentu saja hal ini sangat berpengaruh kalau harddisk pertama mengalami fail, harddisk kedua yang dicadangkan tidak akan bisa melakukan booting.
Untungnya ada solusi untuk masalah tersebut:
Catatan: Harddisk yang saya pakai adalah harddisk SATA yang dikenal sebagai sda dan sdb
Login sebagai root, setelah dapat prompt lakukan hal sbb:
# grub
grub>
grub> find /grub/stage1
grub>device (hd0) /dev/sdb
grub> root (hd0,0)
grub> setup (hd0)
grub>
Selesai...., kini harddisk kedua (sdb) juga udah mempunyai grub boot loader, sehingga ketika terjadi failure pada harddisk yang pertama harddisk yang kedua bisa menggantkannya terutama untuk proses booting.
Walaupun semua isi dari harddisk pertama telah terkopi pada harddisk yang kedua (mirror) namun belakangan diketahui kalau boot loadernya tidak ikut terkopi, hmm.... aneh memang.
Tentu saja hal ini sangat berpengaruh kalau harddisk pertama mengalami fail, harddisk kedua yang dicadangkan tidak akan bisa melakukan booting.
Untungnya ada solusi untuk masalah tersebut:
Catatan: Harddisk yang saya pakai adalah harddisk SATA yang dikenal sebagai sda dan sdb
Login sebagai root, setelah dapat prompt lakukan hal sbb:
# grub
grub>
grub> find /grub/stage1
grub>device (hd0) /dev/sdb
grub> root (hd0,0)
grub> setup (hd0)
grub>
Selesai...., kini harddisk kedua (sdb) juga udah mempunyai grub boot loader, sehingga ketika terjadi failure pada harddisk yang pertama harddisk yang kedua bisa menggantkannya terutama untuk proses booting.
No comments:
Post a Comment